Rabu, 27 April 2011

Hujan Saat itu (cerpen)

Hujan,
entah mengapa aku sangat menyukai hujan
dan entah sugesti macam apa yang ku terima ketika melihat rintikan hujan,
rasanya, di saat hujan hatiku selalu menjadi tenang


aku terhanyut oleh bunyi rintikan indah itu


**

aku masih termenung sembari membaca buku di perpustakaan ketika suasana sekolah mulai sepi, satu per satu murid meninggalkan sekolah, karna jam sekolah telah usai, tapi aku masi diam menunggu hujan berhenti karna tepat hari ini supirku tak dapat menjemputku.



hujan masih terus merintik deras, aku masih diam diperpus, mungkin hanya tinggal aku, murid yang masih disini. tapi apa boleh buat? daripada aku basah kuyup terguyur rintikan air hujan lebih baik ku menunggu sembari memandang rintikan air yang jatuh saat ini.

aku melirik jam tanganku,

heuhh, sampai kapan ku harus menunggu disini, ck


tak berapa lama, ku dengar derap langkah kaki seseorang memasuki ruangan perpustakaan, aku pun menoleh kearah suara itu, ternyata seorang pemuda tengah menuju kearah meja di depanku,

hmm,,
tampan,
layaknya pangeran di negeri dongeng, hehe


**

ddrrttt ddrrrtt ddrrrttt
1 new message

>from : azizahsivia

shillaa, loe dimana? loe belum sampe rumah ya? nyokap loe nyariin loe tuh.


**

>To : azizahsivia


belum, gue masih disekolah, cz hujan masih deras.


**


sosok tampan itu bangkit dari posisi duduknya, dan beranjak menuju jendela sambil melirik jam tangannya, dan ia pun tersenyum ke arahku, senyumnya sangat manis, ya tuham aku sangat nyaman melihatnya.

tak disangka ia menghampiriku dan duduk disampingku, aduh kok aku jadi deg-degan yaa,

"hai,belum pulang?" ucapnya ramah

"belum" jawabku sedikit gugup

"kenalin, nama gue Rio" ucapnya sembari mengulurkan tangan

"shilla" ucapku sembari membalas uluran tangan rio dan tersenyum


**skip**


hujan sudah berhenti, aku pun sudah sampai dirumah sekitar 30 menit yang lalu, tapi, entah mengapa bayangan lelaki itu -Rio- terus berputar dibenakku.

sosok lelaki idaman,
menurutku,


**skip**


hari ini aku kembali beraktivitas disekolah seperti biasanya, tapi kini aku lebih disibukkan dengan mencari sosok Rio, sudah ku cari sampai ke sudut sekolah tapi nihil, aku masih belum bisa menemukannya. apa mungkin dia tidak masuk sekolah hari ini? arrrggh , ck


aku masih belum menemukannya, tapi aku terus mencari informasi dimana kelasnya, akhirnya setelah berusaha mencari, ternyata kelasnya di kelas 9b, tepat letaknya disebelah kelasku 9a, aku puas setela mengetahui kelasnya, jadi jika ingin menemui, atau melihatnya, tinggal ke kelasnya saja, hehe


setelah seminggu aku masih belum melihat Rio, kemana dia? kok belum masuk juga? ahh aku sangat merindukan senyumannya semenjak pertemuan pertama saat itu.


rintikan hujan deras kembali hadir, sepertinya memang musim hujan telah tiba, aku masih menunggu supirku di halte depan sekolah. tapi supirku tak kunjung datang, padahal aku sudah menunggu hampir setengah jam disini, tepatnya di halte ini.


beberapa menit, hp ku berdering, telp dari mama ternyata

"hallo, ada apa ma?" ucapku memulai pembicaraan

"shilla, kamu pulang naik taksi aja ya, soalnya mama ada urusan penting buat persiapan acara nanti malam, jadi mama pake supir dulu, mobil mama lagi di bengkel, maaf ya shill, gpp kan?"

"ohh, gpp kok ma"


sambungan telp terputus,
lagi lagi aku harus pulang dengan taksi, tapi aku masih belum menemukan taksi yang lewat, tiba-tiba sebuah mobil jaguar berhenti tepat dihadapanku.

kaca mobil dibagian penumpang (belakang) dibuka, astaga, itu Rio, dia tersenyum ke arahku, ya tuham aku sangat menyukai ini, melihat senyumnya di saat hujan seperti saat itu.

" hei, supir loe ga dateng lagi? ayo masuk, gue aja yang nganterin loe, ayo" ucapnya _rio_

"tapi"

"udah, ayo masuk aja"

akirnya aku pun menurutinya, lagi pula juka aku harus menunggu disini, harus berapa lama? sepertinya jarang taksi yang lewat daerah sini.


**

aku terus memandang wajah Rio, tapi seperti ada yang berbeda, ia tampak lebih pucat dari sebelumnya, karna suasana sepi, tak ada pembicaraan antara kami, aku oun memberanikan diri memecahkan keheningan yang terjadi.

"rio."ucpku

"ya" sahutnya singkat

"loe ga masuk seminggu ya? gue ga pernah liat loe lagi semenjak pertama kita bertemu waktu itu," tanyaku pada Rio, Rio pun tersenyum dan berkata

"gue sakit, ini aja baru pulang dari rumahsakit" jawabnya

"ohh sakit, emang sakit apa? maaf klo kebanyakan nanya" tanyaku lagi

"gpp, cuma kecapekan aja, kurang istirahat" jelasnya

"ohh.." ucap ku sembari mengangguk mengerti.


sesampainya di depan rumahku, aku pun turun keluar dari mobil rio.

"bye, sampai ketemu besok" ucapnya, mobilnya pun langsung melaju pergi,


**

"Sore ma" sapaku pada sosok ibu yang sedang duduk disofa ruang utama, sembari membaca majalah fashion langganannya, ia hanya tersenyum dan mempersilahkan aku duduk disebelahnya.

"shill, bulan depan kamu kan sweetseventeen, mau dirayain pake konsep apa??" tanyanya

"emhh, ga usah mewah2 juga gpp, sederhana aja shilla udah cukup kok, terserah mama aja"

"oh yasudah, mama sudah memesan gaun pestamu langsung dari prancis, rancangan designer favorite mama, ini design gaunnya" ucap mama sembari memberikan selembar kertas,
'kamu suka ga? klo ga nanti mama pesan yang lain" tawarnya

"suka kok ma, ini sangat bagus, thanks ya ma," ucapku sontak langsun memeluk mama, dengan perasaan senang.


sepertinya tahun ini ultahku yang paling sempurna.


**

aku berjalan melewati koridor sekolah, sivia sahabatku tiba2 datang menghampiriku.

" o ya shill, bentar lagi kan sweetseventeen loe, gimana? mau dirayain dimana?"

"emh, gatau vi, gue terserah sama nyokap gue aja"

"oh yaudh, kekelas yuk"

"ayo"

aku dan sivia pun akhirnya melanjutkan perjalanan, saat tengah berjalan, rio tersenyum sembari menyapaku, aku pun balik menyapa nya.


**


malam kali ini cerah, tumben sekali, akhir2 ini kan langit lebih sering merintikan air hujan, tapi kali ini aku lihaat ada bintang dan bulan yang nampak dilangit. memang indah sih, seindah hari2ku saat ini semenjak ada dia. tapi aku lebih menyukai hujan, entah alasan aa yang harus ku ucap, tapi meman sungguh, hujan membuatku lebih tenang.


malam ini, aku terus memikirkan ultahku nanti, sepertinya nanti akan menjadi hari bahagiaku, apalagi kalau ia datang dipestaku nanti, aahh kenapa ku terus memikirkan dia, toh dia bukan siapa-siapaku.


**


sekarang ku tahu, aku dan dia sangatlah berbeda, dia sangat membenci hujan, aku pun tidak mengerti alasan yang ia utarakan saat itu padaku


"gue benci hujan karena disetiap hujan turun, lebih banyak orang menangis dibandingkan tersenyum."

mengapa Rio menyimpulan seperti itu? ah memangnya kenapa jika lebih banyak orang yang menangis? apakah kalau orang menangis bahagia ia tidak suka juga? aneh -,-


**


hari bahagia yang dinanti-nanti pun tiba.
sebuah pesta yang ditujukan untukku dengan konsep sangat glamour kini menghiasi malam bahagiaku ini, di sebuah hotel ternama, serta gaun yang dipesan oleh mama langsung dari prancis dan dia -rio-, dia akan datang malam ini.

gaun cantik sudah menaungi tubuhku, dengan make-up yang cukup terlihat glamour bak putri raja.

pesta berjalan dengan lancar, tapi dipenghujung acara rintikkan hujan terdengar, dan hujan deras mengguyur permukaan bumi, aku tahu, bahkan aku sangat tahu Rio sangat membenci ini. sampai-sampai ia terguyur rintikkan hujan saat itu.

tak berapa lama, Rio pun tergeletak pingsan, tak sadarkan diri, aku pun panik, apa yang terjadi pada dirinya?


pesta itu pun berakhir tanpa penutupan pasti, karna Rio pingsan aku pun langsung membawanya kerumah sakit, aku sangat khawatir terhadap rio, aku takut terjadi apa2 terhadapnya.


hujan masih merintik deras, sedangkan aku masih mondar mandir ga jelas di depan ruang UGD, menunggu konfirmasi dari dokter ttg kondisi Rio.

tak berapa lama dokter itu pun keluar dari ruangan,

"ada yang bernama shilla disini?"

"saya dok" sahutku cepat

"pasien sedari tadi menyebut2 namamu. silahkan masuk" ucap dokter itu, aku pu sontak langsung masuk kedalam.


"Rio." ucapku lirih

"jangan nangis dong, cengeng ah, hapus air mata loe" ucapnya terdengar parau, aku pun langsung menghapus air mataku.
"shilla, kan rio udah pernah bilang, rio gak suka da orang yang nangis, jangan nangis ya, janji."lanjutnya, aku hanya tersenyum lirih,

"tapi rio gpp kan? gue khwatir sama loe rio" ucapku, dan entah dorongan apa yang memuatku langsung meraih satu lengan rio dan menggenggamnya, rio juga memegang tanganku yang sedang memegang erat tangan sebelahnya.

"jangan khawatir ya shill, o ya ttg kebencian gue sama Hujan sekarang terbukti kan... dan sekarang yang mempraktekannya dihadapan gue, loe.."ucapnya,
"gue lebih suka bintang, terutama bintang yang lagi disampingku, menggenggam erat tanganku" lanjutnya, aku hanya mengernyitkan dahi.

"maksud?" tanyaku

"gue sebenernya suka sama loe shilla, tapi untuk selama ni gue belum siap mengutarakannya sama loe.. gue juga ga tau sampai batas mana umur gue,.." ucapnya parau, ia terlihat menarik nafas panjang dan perlahan menutup matanya., alat monitor disamping ranjangnya pun mendengungkan garis lurus.

"Riooooooo,,,,, gue juga suka sama loe, jangan tinggalin gue rio, Riooooo..." aku masih belum percaya, kni Rio, penyemangatku, yang memberi warna dalam hidupku, sudah dipanggil lebih dulu.


**


setelah pemakaman selesai, dan semua orang sudah pulang, aku masih termenung dipempat.

"shill, gue nemuin ini di atas laci kecil di ruangan Rio." ucap sivia sambil menyerahkan note kcil padaku,

hujan pun turun dengan derasnya. membasahi bumi,
aku pun membaca note nya rio yang mulai basah terguyur hujan

*

hayoo, lagi nangis ya, lagi hujan-hujan gini pula, jangan nangis ya cantik, Rio gak akan ninggalin kmu sepenuhnya, Rio akan disisimu, dihatimu...


*


"GUE benci HUJAAAANNNNN" teriakku ditengah derasnya hujan.


Hujan sudah merenggut nyawa Rio, dan bukan hanya hujan saja yang mengambil Rio, tapi penyakit yang di deritanya selama ini...


**

dan HUJAN SAAT ITU,membuatku sangat membenci hujan,


AKU BENCI HUJAN..






the end_

Organisasi Rise Indonesia

hai Rise,
buat anak Rise mau gabung gak di ORI ( organisasi rise indonesia ) ??

yang mau gabung cukup tulis biodata

nama:
TTL:
Kosal:
Kelas:

kirim ke +6283846189919

ORI udah dapet persetujuan dari presiden RISE, buruan GABUNG !!!!!!!
and join di Fbfc

> Risesejati Lovepeace (RESMI)

like FP ori juga ya di fb

> Organisasi Rise indonesia




thanks.

doa seorang RISE ^_^

 Ya Tuhan,
izinkanlah hamba bertemu Rio
walau hanya sepintas

izinkanlah hamba menatap matanya
walau hanya satu detik

izinkanlah hamba memegang jemarinya
walau hanya sekejap

tapi,
jika engkau belum menghendakinya, tak apa,
aku ikhlas ya tuhan
terserah padamu

tapi,
aku punya permintaan
jaga Rio, lindungi dia
buatlah dia selalu tersenyum


amiiin :)

sampai menutup mata *cerpen*

Langsung aja yaaa >>>>>




“Rio balikin ga ikat rambut gue” ucp seorang gadis sambil memegang rambutnya agar tidak tergerai

“Gue ga bakal balikin sebelum gue ngeliat rambut loe digerai”

“ahh,, ga lucu Rioooo, balikiiiin.!”ucap gadis itu seraya berlari mengejar pemuda yang mengambil ikat raambutnya itu...

saat Rio tengah berlari, tiba2 seorang gadis dengan gaya tomboy menghampiri rio..

“Rio..mau bantuin gue ga? Pr ipa gue belum selesai nih.. Gue belum ngerti.. ya ya. pliss “ pinta gadis tersebut, ,shilla hanya memperhatikan mereka dari belakang

“emmhh, nii shill ikat rambut loe” ucap Rio seraya melemparkan ikat rambut shilla kebelakang, dan berlalu pergi meninggalkan shilla yang masih diam mematung, shilla pun mengambil ikat rambutnya yang tergeletak dilantai, sambil menatap Rio yang tengah berjalan dengan –agni-

“suatu saat nanti, loe pasti akan tau yo, kenapa gue ga pernah lepas ikat rambut gue dan ga pernah biarin rambut gue terurai, loe akan tau nanti” batin shilla, lalu ia beranjak pergi kedalam kelas..

**skip**

Shilla tengah terduduk di tempatnya, sembari membaca novel karangan penulis favoritenya., terlihat seorang pemuda tampan berjalan menghampirinya,

“Hai shill, udh selesai PR nya?” tanya nya sedikit basa-basi
“udah” jawab shilla sedikit ketus yang masih terpaku pada novelnya
“chieelaahh, ngambek nii ye” ucp Rio seraya mencolek (?) dagu shilla
“issh, apaan sih”
“lagian Cuma gitu aja ngambek, gue kan Cuma bercanda shill, maaf deh”
“tapi bercanda loe keterlaluan Rio”
“iya deh, gue minta maaf, emang knapa sih loe ga suka digerai? Padahal loe kan kalo digerai cantik shill”
“kaya loe pernah liat rambut gue digerai aja”
“ya ga sih, hehe” ucp rio seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
“gue tuh ga suka digerai, malahan nih yaa, gue mau potong rambut kaya loe”
“GILA loe” ucp RIO terkaget-kaget(?)
“ga usah segitunya kalee..”
“hehe” ucap Rio yang hanya cengengesan

**skip**

Shilla berjalan gontai melewati satu per satu anak tangga menuju kamarnya yang kebetulan terletak dilantai atas. Sesampainya dikamar shilla langsung duduk dikursi meja rias dikamarnya, seraya melepaskan ikatan rambutnya.

“gue takut, gue takut ga menjadi wanita seutuhnya” ucap shilla seraya mengumpulkan helai demi helai rambut yang rontok, shilla menggengam keras rambutnya, didapatnya lagi helaian rambut yang rontok, shilla pun menangis tersedu.

**skip**

Shilla berjalan melewati koridor sekolah. Tiba2

“duaaarrrr”
“akh Rio, ga lucu, jantungan nih gue nanti”
“hahaha, sorry sorry”

**skip**

Terlihat dua orang gadis tengah brbicara bersama di kantin, _shillagni_

“iya shill, gue tuh suka banget sama dia, emang sih gue sama dia lmayan akrab, tapi kayaknya dia ga suka sama gue, bahkan dia lebih perhatian sama cewek lain”
“apa yang dimaksud agni itu Rio? Pliss ag, jangan loe sebut nama itu didepan gue” batin shilla
“loe coba aja nyatain aja perasaan loe ke dia”
“tapi shill, masa gue yang nembak dia duluan, mau ditaro dimana muka gue?”
“diselokan, hhaaha, peace, tapi menurut gue ga ada salahnya lho, demi cinta gitu lho”
“huuhh, yaa tapi kalo ditolak gimana?”
“belum dicoba, siapa tau dy juga suka sama loe”
“iya juga sih, hhehe”
“emang siapa cowo yang loe suka ?” tanya shilla, tiba2 agni beranjak dari posisi duduknya sambil memanggil Rio yang nampak terlihat di depan ruang musik
“duluan ya shill, ada hal penting, urusan mendadak, oya thanks atas masukan nya tadi.. hhehe”
“tuhh kan bener, pasti yang loe maksud itu Rio kan ag? Arrrgghh , agnii gue kan ga mau denger itu”

**

Rio sedang asyik mengobrol bersama agni, shilla hanya menatap mereka  -cemburu-, shilla memang sahabat Rio sejak kecil, tp tidak salah bukan jikalau benih-benih cinta itu tumbuh dihati shilla? Shilla memang menyayangi Rio, bahkan mencintai Rio, tapi shilla tak pernah berani untuk mengungkapkannya pada Rio, dan tak berniat untuk memiliki Rio

Shila brjalan gontai kearah taman belakang sekolah, shilla pun duduk dikursi taman terseut, shilla pun bersenandung kecil

Embun dipagi buta
Menyebarkan bau basah
Detik demi detik ku hitung
Inikah saat ku pergi

Oh tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan kusakiti dia
Hukum aku bila terjadi

Aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta

Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau

Tiada dusta sumpah kucinta
Sampai kumenutup mata.

Cintaku sampai ku menutup mata..

**

Tak tersadar butiran2 air bening mengalir di sudut mata shilla, shilla menangis pilu di halaman tsb, ia meringkuk, membiarkan dirinya tenggelam dalam isakan tangisnya., membuang semua penat didalam hati.. merilekskan pikirannya, setelah dirinya merasa puas mengeluarkan  tangisannya dan setelah merasa dirinya sudah tenang, ia pun kembali kedalam kelas. Karna rasanya sebentar lagi bel menandakan istirahat kali ini telah usai akan berbunyi, shilla berjalan gontai kearah kelas, sambil menghapus air matanya, Rio yang heran melihat sahabatnya itupun menghampirinya.

“loe kenapa shill?” ucapnya lembut pada shilla yang terkesan sangat khawatir
“emmh, gpp kok.” Ucap shilla berbohong
“bohong, loe abis nangis kan? Ya kan? Loe nangis kenapa? Ada masalah? Cerita aja sama gue gue siap dengerinnya kok”
“tapi gue yang belum siap cerita sama loe” ucp shilla ketus, lalu meninggalkan rio yang masih diam mematung
“aneh” gumam Rio, lalu menyusul shilla utk masuk kedalam kelas

**

Hari semakin larut, tapi bintang masih dengan setia menemani bulan untuk menerangi gelapnya malam, sang pencipta memanglah sangat adil, bintang diciptakan utk selalu menemani bulan setiap sang matahari selesai bertugas,
Shilla menatap langit sambil tersenyum penuh arti
“andai kau tahu bintang, aku disini selalu mencintaimu, walau hanya sebatas mimpi utk memilikimu..” gumam shilla.
Bintang yang shilla maksud adalah orang yang selama ini shilla sayangi, ia selalu menemani hari2 shilla, seperti layaknya tugas bintang pada bulannya. Bintang itu sudah membuat hari-hari shilla menjadi berarti, sangatlah berarti. Bintang itupun sudah menjadi penyejuk jiwa shilla, dan pemberi kekuatan disetiap deru nafas shilla.. andai bintang itu tahu, bahwa tugasnya tak akan lama lagi mendampingi sang bulan –shilla-
“sangatlah mudah dicintai, namun sangatlah susah untuk diraih..” ucp shilla seraya menengadahkan tangannya hendak merih bintang itu, tapi tentulah tidak tergapai. Shilla pun mengurung niatnya utk menetap lama dihalaman depan rumahnya itu, suasana semakin dingin, ia pun segera masuk kedalam rumahnya utk menghangatkan tubuh, ditemani dengan secangkir coklat hangat shilla memandang photoframe yang terdapat 3 sahabat digambar itu. ( shilla,Rio,agni). Shilla tersenyum simpul sembari meneguk coklat tsb.

**skip**

“arrgghh.. sakitt” geram shilla sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit seperti ditusuk2 oleh berpuluh2 jarum,

“arrrggghhh”

Hitam gelap, semua menjadi gelap, pandangan mata shilla kabur entah kemana, lalu terjatuh pingsan, shilla pun segera dilarikan kerumah sakit, dan untuk hari ini shilla izin utk tidak masuk sekolah terlebih dahulu dikarenakan kondisi shilla yang semakin lemah. Agni sahabatnya pun menjenguk shilla, kecuali Rio. Dikarenakan tepat hari ini rio sedang mengikuti pertandingan basket tingkat nasional.

“shill, loe gpp?” ucap agni yang terlihat sangat khawatir saat shilla siuman dari pingsannya.
“gpp kok..” ucap shilla sambil tersenyum lirih, “oh ya ag, selamat ya, pasti loe udah jadian sama Rio,” lanjut shilla
“maksud loe apa? Rio? Kok Rio?”
“lah yang waktu itu loe cerita, cowok yang loe maksud itu Rio kan??”ucap shilla, agni hanya mengernyitkan dahi
“gue suka sama Rio anak begadulan itu? Oh NO.”ucap agni sambil bergidik geli,shilla hanya tertawa kecil melihat tingkah agni

**skip**

“maksud loe ag?”
“iya gue dah tau semua ttg penyakit loe, kenapa sih loe ga mau cerita dari awal sama gue shill?”
“maaf ag, tapi gue mohon jangan kasih tau ttg penyakit gue ini ke rio”
“iya deh, yang ga mau prince nya tau mah”
“ish, maksud loe apaan sih?” ucp shilla yang nampak tersipu, pipinya merah merona (?) #apadahh# dan menjadi salting
“cheuilehh shilla, udah kaya kepiting rebus aja loe ah, ahaha :D, lagian gue udah tau dari awal kalee..loe suka kan sama
Rio? Hayyoo ngaku!”
“akh tau akh” shilla pun menjadi salting

**skip**

Beberapa hari kemudian shilla sudah diperbolehkan pulang dan kembali beraktivitas disekolah, walaupun begitu, sedikit demi sedikit kegiatan harus ia kurangi demi kestabilannya.
“loe kemana aja shill? Kok ga sekolah beberapa hari terakhir ini?”tanya Rio terlihat sedikit khawatir, “muka loe pucat gitu, loe sakit?” lanjutnya
“emmh, gpp kok yo, Cuma kecapekan aja, kegiatan gue minggu2 ini banyak yo, jadi makanya gue beberapa hari yang lalu gue istirahat, kecapekan,hehe, biasa kurang istirahat”
“makanya seimbangin antara aktivitas sama istirahat, kan kalo loe sakit, banyk yg khwatir, termasuk gue.” Ucp Rio, shilla hanya mengangguk mengerti.

**skip**

Shilla berjalan menuju perpustakaan, tiba2 ada seseorang yang menabraknya
“au” rintih shilla sambil memegangi kakinya yang sedikit lecet,
‘aduhh maaf ya, gue anterin ke UKS yuk.”ucp cowok tersebut
“ga ush, gue bisa sendiri”
“kenalin gue cakka”ucp cowok tersebut seraya mengulurkan tangannya
“shilla” ucp shilla seraya membalas uluran tangan cakka

setelah tragedi tadi, dan setelah kakinya sudah diobati, shilla berniat utk membeli makanan kecil dikantin, saat ia hendak ke kantin, shilla melihat rio dan agni sedang asyik bercanda tawa berdua terlihat sangat lepas, shilla hanya menatap mereka iri, satu tetes air mata pun jatuh dari mata shilla, shilla segera menghapusnya lalu mengurung niatnya kembali utk kekantin dan berlalu pergi.

**skip**
Drrtt drrtt ddrrtt
1 new message

From : Riostevadit
Shill, ke taman ya jam 4 sore nanti, gue tunggu ojhe,

_MarioyangGanteng_

**

To : Riostevadit

Oke,
Ga usah pake ganteng, mau muntah bacanya, hehe, peace -,-V yo

**

From : Riostevadit

Ughhtt, yaudh deh. Don’t forget

**

To : Riostevadit

Iyee, bawel

**

Waktu yang sudah dinanti nantikan pun datang, Rio sudah menunggu shilla ditaman terlebih dahulu, tp berselang beberapa menit shilla pun hadir
“ada apa yo?”
“gue suka sama loe, sebenernya gue udah ska sama loe sejak awal, gue sayang sama loe, loe mau ga jadi pengisi hati gue?” ucap Rio sembari memegang tangan shilla. Shilla menatap rio heran, apa benar Rio menyukainya?
“ekhm, gimana shill? Bagus ga? Aduhh gue gemeteran nih, gue mau nembak agni tapi gue masih gugup”
DEGGHH shilla tertegun mendengar rio akan menembak agni sore ini, dihadapannya?
“ya tuhaan, aq ga sanggup liat semua itu”batin shilla, shilla terlihat menahan air matanya.
“loe rileks aja, bawa enjoy ajalah..”ucp shilla pura2 bijaksana padahal hatinya sudah remuk
“aduhh, iya deh, emmh, ntar malem loe ikut gue ya shill, gue mau nembak agni, datang ya nanti malam jam 8 oke, bye shill” ucp rio lalu pergi mninggalkan shilla yang masih mematung tak bergeming
“aduhh yo, loe ga mikirin perasaan gue banget sih, loe mau nembak cewek lain di depan gue?’ ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri “ohh god, aq ga sanggup” lanjutnya

**skip**

Senja kini sudah berganti malam, detik demi detik dilewati, dan tepat jam 8 kurang 5 menit shilla menuju ketaman, rio dan shilla pun akhirnya menunggu ditaman, bberapa menit kemudian pun agni orang yang ditunggu-tunggu datang, tapii mengapa ia bersama seorang pria?
“cakka?” ucap yoshill berbarengan
“ag, kok loe bareng cakka?”,
“oh ya, gue lupa kenalin ini cakka, cowok gue.” Terang agni, rio pun tersentak kaget, padahal niatnya malam ini ia akan menyatakan perasaannya pada agni.
“oh ya yo ada apa suruh gue kesini ?”
“emh, gajadi deh, loe mau jalan kan sama cakka? Yaudh loe pergi aja”
“beneran? Serius?”
"iya"
“oke, byee yo” ucap agni seraya meninggalkan rio dan shilla ditempat

**

“heufft, shill, agni nolak gue”
“kata siapa ditolah? Toh loe belum nyatain perasaan loe ke agni kan? Nyantai aja”
"ya, tapi masa gue nyatain ke agni tadi, kan ga mungkin, dia udah punya pasangan begitu"
"sabar ya, yo, didunia ini cewek masih banyak kok, tenang" ucap shilla, Rio hanya tersenyum miris, "emmh, yo" lanjut shilla
"iya, kenapa?"
"gue mohon, malam
 ini aja, kita habisin waktu berdua, gue kangen sama loe, udah lama kita ga brduaan kaya dulu" ucap shilla seraya berjalan kearah kursi taman lalu duduk,, diikuti rio yang ikut duduk juga. shilla pun melepaskan ikat rambutnya dan membiarkan rambutnya tergerai.
"loe pernah bilang sama gue kalo loe pengen liat rambut gue tergerai kaya gini, udah kan? loe mau tau alasan kenapa gue slalu ikat rambutnya? karna rambut gue rontok yo"
"makanya cari shampo tuh yang bener, cari yang bikin rambut kuat, anti rontok, kaya gue dong. hitam,bersih,kuat daan indah" ucap Rio dengan PDnya sambil mengibas2kan rambutnya yang tidak panjang itu. shilla hanya tersenyum melihat tingkah Rio.
"kalau ada sampo yang bisa bikin gue ga rontok lagi, berapapun harganya akan gue bayar yo, tapi masalahnya ga ada, gak akan ada" batin shilla, shilla pun menyenderkan kepalanya ke bahunya rio tanpa seizin sang empunya,
"loe kenapa sih shill? keliatannya loe berubah, jadi sedikit pendiam, dan lemah"
"gue masih sama kok, masih shilla yang dulu," jawab shilla
"masih shilla yang penyakitan dan shilla yang lemah"lanjutnya dalam hati.
**
seusai pulang dari taman, shilla menjalani proses kemotherapy , dirumah sakit, tepat pada malam ini.
**
From : AgniTN
yo, buruan loe temuin shilla sebelum terlambat, sebenernya, gue nyembunyiin sesuatu dari loe, shilla suka sama loe temui dia sekarang, sebelum loe menyesal dikemudian hari
**
To : AgniTN
maksud loe apa sih ag?
**
From : AgniTN
temui shilla sekarang marioooottt,
**
To : AgniTN
udah malam, besok sajalah, udah akh, gue mau tidur
bye,
**
penolakan dari tubuh shilla semakin menjadi, setelah obat-obat keras cairan kimia itu menyatu dalam darah shilla, mengalir ditubuhnya. dan shilla -KOMA-
**
2 minggu kemudian
Rio,alvin dan cakka sedang asyik berbincang didepan kelas, tiba2 agni menghampiri mereka,
"yo, temui shilla"
"utk apa? sepertinya shilla udah mulai lupain gue, buktinya saja shilla gak pernah kabarin gue"
"gue bilang temui shilaaa, dirumahnya, sekaranggg, cepetan, loe sayang kan sama dia? cepetan yo"
Rio pun berfikir sejenak lalu memutuskan utk izin keluar sekolah, dengan lihainya Rio mengendarai cagiva andalannya itu
**
sesampainya dirumah shila,
terlihat sunyi, yang Rio lihat hanyalah pembantu shilla, Rio pun berniat menghampiri pembantu shilla.
"mbo, shillanya ada?"
"no,non,shi,shillanya emh'
"mbo, shillanya mana? ada gak?"
"temui tempat ini, shilla ada disana"
**
TPU
"tante, Om" ucap Rio saat melihat orang tua shilla
"shilla ada om?, tan?" lanjutnya, tapi orang tua shilla tetap tak bergeming, ternyata saat dilihatnya agni juga sudah berada disana, agni memberi isyarat, menyuruh Rio melihat batu nisan yang terpasang dimakam itu,,Rio mendelik saat dilihatnya nama yang tertera di batu nisan tsb. Rio tertegun menatap nama itu, "ashilla zahrantiara" setetes air mata jatuh dari sudut mata Rio, ia terduduk seraya memegangi batu nisan dihadapannya itu,
"sabar ya yo, maksud sms gue malam itu ya ini, loe terlambat yo" ucap agni seraya menepuk bahu Rio pelan. dan berlalu pergi meninggalkan area pemakaman.
"emh,Rio, tante mau kasih ini, ini dari shilla, baca ya" ucap mama hilla seraya memberikan sebuah amplop surat, pada Rio. "tante sama om duluan ya"lanjutnya,
**
Rio membuka amplop itu perlahan, lalu mulai membaca surat itu.
**
Dear Rio,
hai, my prince, hehe. sorry kalau gue manggil loe prince, tapi untuk terakhir kalinya kok, tenang aja. Yo, mungkin saat loe baca surat gue ini, gue udah tertidur tenang. gue udah ga ada di dunia ini lagi, tapi gue akan slalu disisi loe walau kita di dunia yang berbeda,
kini bulanmu yang dulu brsinar tlah kembali redup, bulan itu tak dapat lagi mendampingi sang malam, terimakasih, kau tlah sentuh hidupku, tlah menemani hari2ku dan sekarang aku tak lagi sanggup menemani hari2mu karna waktuku telah habis,
gue sayang banget sama loe rio, jangan pernah lupain kenangan saat kita bersama dulu, gue cuma berharap loe jangan pernah menangisi gue, tapi tersenyumlah untuk gue, walau gue ga disamping loe,
satu permintaan terakhir gue, bulan depan saat pensi sekolah, loe mau ya nyanyiin satu lagu buat gue, cuma buat pertanda klo loe masih mengenang gue, I LOVE YOU mario bintangku yang tak pernah tergapai olehku
_Ashilla_
**
air mata Rio semakin mengalir deras, cuaca pun semakin mendung seakan mengerti perasaan Rio saat ini.
"shilaaaaa, maafin gue, gue ga tau kalo selama ini loe suka sama gue, shilaaa" Rio menangis dalam derasnya hujan kala itu.
**skip**
sebulan kemudian,
dengan jaz putihnya dan dasi biruitu Rio terlihat sangat tampan. terlebih ketika ia melemparkan senyuman manisnya.
**
penampilan terakhir kali ini adalah penampilan Rio, rio terlihat menuju kearah piano dan bersiap utk memainkan alat musik didepannya itu
Takkan pernah habis air mataku
Bila ku ingat tentang dirimu
Mungkin hanya kau yang tahu
Mengapa sampai saat ini ku masih sendiri
Adakah disana kau rindu padaku
Meski kita kini ada di dunia berbeda
Bila masih mungkin waktu berputar
Kan kutunggu dirimu ¦
Biarlah ku simpan sampai nanti aku kan ada di sana
Tenanglah diriku dalam kedamaian
Ingatlah cintaku kau tak terlihat lagi
Namun cintamu abadi
Rio terus dengan lincah penuh penghayatan menekan tuts tuts piano tsb, kembali bernyanyi,dan beberapa saat kemudian selesai menyanyikan lagu tsb.
**
" tak bisa kupungkiri, bayangan hadirmu masih melekat jelas dalam selubung sanubariku, tak mudah bagiku melupakanmu yang pernah hadir dihidupku, ashilla."
_the end_

Rise

Hallo all RISE dimana pun berada.
karena di diskas sebelumnya banyak yang nanyain "Apasih RISE?" "Artinya?" nahh.. disii akan kami jawab dan jelaskan.

1. Apa Kepanjangan RISE?
yapss, sebenarnya udah tertera jelas di logo kita. RISE = RIO FANS SITE. Wait! Wait! Kok Fansite? Fansite bukannnya Social Networking ini yah? Oke, santai. yuk ahh dijelasin :)
Fansite disini artinya sedikit kami geser (maksa yah?) dari cara menulisnya --> FANS SITE (dipisah). dan menurut kamus, SITE juga dapat berarti 'place where something happened or that is used for' bukan hanya 'place on the internet puts information. jadi, kalau dirangkai RISE = RIO FANS SITE = place/group of RIO's FANS close together = kumpulan fans RIO yang kayak keluarga gitu deh kira-kira heheh

2. Okay, sekarang dari segi arti. Udah pada tau kan kalau RISE itu berasal dari Bahasa Inggris yang artinya 'bersinar'? Yapss, ternyata nih yaa.. gak sekedar itu aja artinya. RISE = become more successful, important, powerful, show that you are able to deal with unexpected situation or problem. Ngerti kan? Nama itu doa, nah makanya kita pilih RISE untuk sama-sama mendoakan RIO menjadi RIS-ing Star melalui ajang Idola Cilik 3 ini dan RISE sendiri menjadi satu keluarga utuh tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan dan walaupun beda tempat tinggal pastinya. -show that you are able to deal with unexpected situation or problem-
agak lebay emang. hahahahah

Selasa, 26 April 2011

tentang saya,

hai, nama qu micke arya rusmana, biasa dipanggil micke, aku lahir di tangerang tanggal 23 juni 1997, sekarang aku tinggal di bekasi, lebih tepatnya di daerah cikarang selatan, sekolah SD ku di TRINITAS SCHOOL, sekarang aku dah SMP, dan SMP qu di sekolah ABDI NEGARA 2,

awal mula saya mengenal mario stevano aditya haling, karna pastinya dia slah satu finalis ajang pencarian bakat yang sering ku tonton, IDOLA CILIK, pertama melihatnya, aku langsung kagum olehnya, suaranya yang merdu,, sikapnya yang ramah, polos, lucu, dan yang paling utama karna dia ganteng sih, apalagi kalau senyum, beuhhh, bisa klepek-klepek saya, senyumnya itu manisss banget,,

semenjak itu aku menjadi pengagumnya, aku menjadi RISE, sungguh aneh tapi nyata, baru kali ini aku mengagumi seseorang sampai seperti ini, aku sering menangis jika ketinggalan 1 acara saja yang ada Rio nya, bayangkan ?, cengeng banget ya saya, dan setiap ada kabar rio MnG disuatu daerah, aku pastinya tak bisa mengikuti MnG tsb, aku sempat iri dengan RISE yang pernah ketemu rio, ngobrol bareng Rio, dll. aku yakin, sangat yakin, mungkin suatu saat nanti aku akan diberi kesempatan untuk bertemu rio, entah kapan, aku akan sabar menanti,

aku juga udah berusaha kirim mention ke rio di twitter, tapi rio tak pernah membalasnya satupun, aku juga selalu kirim wall ke fb rio, kirim inbox juga, ga dibalas, malah akhirnya Rio memutuskan untuk tutup akun, ingin rasanya nangis, karna sudah terlalu rindu pada Rio, tapi apa daya, ini takdir, tuhan belum mengizinkan saya bertatapan langsung dengan ciptaan nya yang satu itu..


buat Rio, jangan pernah berubah ya say, RISE semua sayang kamu, aku mohon jangan pernah menjadi sombong, tetaplah menjadi rio yang seperti ini, jadi Rio yang RISE banggakan, Rio yang baik, ramah, polos, lucu, jangan pernah lupain RISE ya say, tanpa RISE kamu tidak akan menjadi seperti ini, Rio dan RISE satu hati, satu cinta..


by: micke

Fb, twitter qu

FB :
> Micke Schiferisejatiyoshill Rindukandirimumariostevano

Twitter :
> @MickeARisejati

Email :
> micke_rusmana@ymail.com

Kisah seorang Rise *_*

langsung aja yaaa...


hope you like it >>>>>>






Sebuah Benda kecil berwarna hijau muda yang terletak dilemari mini tepat disebelah ranjang tidur tengah sibuk berdering membangunkan sang empunya ruangan tersebut... seorang gadis yang masih terbaring diranjangnya pulas.. tak berapa lama gadis tadi pun terbangun dari tidurnya..


" pagi pupbay " gumamnya pelan,, padahal disana tak terdapat sosok lain..selain dirinya


ia pun beranjak dari tempat tidurnya lalu menyibak tirai hijau disisi ruangan kamar tersebut.. dan dengan masih malu-malunya sang mentari menyinari kamar bernuansa hijau ini...sang empunya kamar pun langsung menyambar handuk yang terdapat di pojokan kamar mandi dikamarnya itu,,dan segera bergegas mandi..


tak lebih dari 40 menit gadis itu pun sudah siap untuk berangkat sekolah,, dan ia pun keluar dari kamarnya..


**

" morning mom " ucap gadis itu seraya menganmbil selembar roti

" morning too " sahut seorang perempuan berparas ke'ibuan yang tengah mengoleskan selai ke selembar roti yang tepat duduk dihadapannya..

" ma. besok ada acara kumbar Rise,, arin boleh ikut ya?? emmh,,cuma patungan 10rbu doang kok buat beli hadiah utk Rio,, boleh ya ma,,plisss  " ucp gadis yang bernama arin

" yaudah,, tp selesaikan dulu makananmu itu .. " saran mamanya

" thanks ya ma... " ucapnya dan wanita dihadapannya itu hanya tersenyum simpul


Clarrinzha Olivia Gaulina Sachaneliz,,
begitulah namanya, seorang gadis remaja yang cukup ceria, pintar, ramah, dan sering menyebut dirinya sebagai RISE,, ia sangat mengidolakan sosok pemuda asal manado, yang bernama MARIO STEVANO ADITYA HALING...biasa dipanggil dengan sebutan RIO..

**


@arin_rise: @riostevadit: Pagi Rio,, apa kabar ?? bales ya,, atau ga follback, boleh ya ???


berbagai cara arin lakukan untuk terus bisa menghubungi idolanya,, tapi lagi-lagi tidak,, masih belum belum beruntung.. sudah hampir setiap hari arin mengirim mention ditwitter,,lagi2 belum pernah dibalas satupun mention darinya dibalas oleh Rio... bahkan difollback pun belum..tapi arin tak pernah menyerah,, ia selalu sabar menanti balasan setiap mention yang dikirimnya..


**skip**


seorang lelaki tengah menyendiri dikamar,,duduk diranjang sembari memegang gitar dan bersenandung kecil.

" tak akan terganti setiap kenangan yang telah terukir,, namun terlambat sudah dan melekat dihati..akankah berakhir semua rasa yang telah tercipta didalam benakku dan didalam hasratku.. " (maaf klo salah teks ) pemuda itu masih berkutat bernyanyi sendirian..


**


jam makan pun tiba, Rio, acel, bunda amanda, papa zeth, sudah berkumpul diruang makan. semua terlihat menikmati makanannya..

" ma besok kita ke jakarta ya? apa kemana sh ? " tanya si bungsu rio pada mamanya

" ke jakarta " jawab mamanya singkat

" acara apa sih ? nyanyi bareng anak icil lainnya ya ? "

" iya "


**

seorang gadis masih berkutat pada sebuah benda berwarna hijau muda itu,, menatap layar laptop menunggu balasan mention2 yang dikirimnya

**

disisi lain , seorang pemuda tengah sibuk memainkan ponselnya,,ternyata ia juga tengah membalas ratusan mention yang masuk,, tp itu tidak mungkin jika harus dibalas semua karna pasti rio juga dapat merasakan lelah..

**

lagi-lagi arin tak mendapat bagian untuk mentionnya dibalas oleh Rio.. ia menarik nafas panjang lalu beranjak utk me'log-out twitternya dan membuka facebooknya..

**

aku harus bisa,,bertahan sebentar lagi saja,,sampai mentionku dibalas dengan Rio, ataupun setelah Rio bisa mengenalku -,-


begitulah status yang ia ketik,,mungkin semua orang belum mengerti apa maksud dari kata -bertahan- tapi biarlah,, nanti semua orang pun pasti akan tau

**


sebulan berlalu,
arin mendapat kabar rio tengah terbaring di RS seminggu yang lalu.

" ma ayo kita ke manado sekarang juga, Rio lagi sakit ma .."

" trus kalau kita ke manado,, sekolahmu ??? dan apa kamu yakin dengan kondisimu saat ini ? ''

"  arin yakin kok, arin yakin, ayo ma, pliss . "

" yaudah, besok ya, sekarang kamu siap2 dulu, besok pagi kita berangkat "

" oke deh ."


**

status :
OTW ----> manado

**


Sore hari setelah sampai di rumahsakit yang dituju ternyata Rio sudah pulang pagi ini, arin sudah meminta alamat Rumah Rio, bahkan meminta ke Rio lwat twitter, namun hasilnya nihil,,

akhirnya arin pun pulang tanpa bertemu sedetik pun dengan Rio.. dan setelah beberapa minggu arin mendapatkan kabar kalau Rio mempunyai facebook, sontak arin begitu antusias ketika mendengar kabar itu,, dan semenjak itu arin pun lebih sering membuka facebook dibandingkan twitter,, karna facebook adlah harapan arin satu2nya..

hingga suatu ketika, wall arin untuk Rio dibalas, walau rio hanya mengutarakan 3 huruf -iya- tapi arin sontak terkejut senang karna itu pertama kalinya rio merespon kiriman darinya.. tapi ketika arin membalasnya lagi, rio tak membalasnya.. sedikit kecewa,,, tapi arinn paham.. Rio seorang publik figur ,, seorang bintang dan pastinya fansnya bukan hanya arin

tubuh arin melemah,, rasanya kepala sangat sakit,, pusing berat ..

" ya tuhan aku mohon kuatkan aku sebentar lagi saja "

Arin terbaring lemah diranjang,, lagi2 arin harus memasuki ruangan seperti itu,, entah sudah berapa kali ia bolak-balik masuk rumah sakit karna penyakit yang dideritanya saat ini..


**


sebelum tubuh arin sudah tak bisa digerakkan lagi,, arin memutuskan utk mengirim inbox ke fb Rio ttg dirinya,, dan kekagumannya pada Rio,, untung saja mamanya sangat mengerti keinginannya,, jadi setidaknya mamanya mau mengambilkan laptop kesayangannya itu dirumah..

seusai mengetik, tubuh arin serasa menjadi kaku, tidak bisa digerakkan,, nafas arin pun menjadi semakin tak beraturan,, dan sontak semua menjadi gelap gulita,,


tiba2 arin berada disebuah taman yang sangat indah, dihiasi berbagai bunga, taman ini membuat arin semakin nyaman berlama-lama disini.. rambut arin tergerai indah,, mengenakan dress putih,, dan tentunya tanpa terbebani oleh penyakit sialan itu..

ketika arin sedang melihat2 bungan yang sedang bermekaran, arin melihat sosok lelaki tengah berdiri membelakangiku,, dan ia pun menoleh kebelakang dan tersenyum kearah arin,, arin mendelik, tak disangka, itu RIO

cukup lama arin berbincang-bincang dengannya, duduk berduaan tanpa ada seseorang yang mengganggu..

" rin, kita pulang yuk " ajak Rio pada arin

" arin ga mau pulang Rio, arin mau terus disini, disini arin ga akan merasakan sakit, arin ga mau pulang "

" kalau itu mau arin, rio ga akan paksa, tapi rio harus pulang sekarang "

" Rio boleh pulang, asalkan Rio janji sama Arin, kalau rio akan terus ingat sama arin, dan rio harus janji rio ga akan pernah lupain arin,,, janji ya Rio .. "

" iya, Rio janji " ucap Rio lalu perlahan pergi dan menghilang dalam sekejap


**


alat monitor yang terletak diatas laci kecil disamping ranjang arin masih terus mendengungkan garis naik turun,, menandakan bahwa masih ada kehidupan disana, ditubuh Arin


**

seorang lelaki tengah sibuk memandang layar tv dihadapannya,, dan sibuk memindahkan channel tv mencari acara/film yang menurutnya bagus utk ditonton.. tiba2 sosok lelaki lain menghampirinya..

" yo fb mu belum di log-out nih '' ucapnya seraya menunjukkan sebuah ponsel

" yaudh log-out aja sendiri,, bisa kan ? "

" bisa sih, tp ntar deh, kakak mau liat2 dulu .."

" awas lho kalau diacak2.. "

" iya tenang aja ."

acel pun membuka inbox yang masuk difb rio adiknya itu.. satu2 pesan ia buka dan ia baca.. ia tertegun membaca 1 pesan dari fans rio itu.. dan hampir meneteskan airmata.

" yo rioo "

" apa sih "
" baca deh pesan ini, dari fansmu "

" ah males, palingan juga cuma bilang,, Rio aku kangen kamu,,, Rio kapan muncul ditv lagi,,, Rio apa kabar,,, Rio bales dong.... ga penting tau "

" tapi ini beda,, baca deh "

" males kak "

" Rio, dengerin kakak,, kamu jadi seperti ini karna ada apa ? ada siapa ? karna fans dek, hargai sedikit aja fansmu, kakak minta, tolong kamu baca ini .." ucap acel lalu menyerahkan ponsel itu pada  Rio

**


Ketika Rio meraih hp itu, lalu hendak membaca pesan itu, tiba2 hp itu mati, dan secara bersamaan alat monitor disamping ranjang arin mendengungkan garis  lurus, menandakan gadis itu telah tiada


**

" ayo ikut kkak " ucap acel lalu menarik Rio mengajaknya kesebuah warnet lalu menyuruh Rio membuka pesan tadi

**
from : arin Risejati


Rio makasih udah jadi inspirasi dalam hidupku,  perjuanganmu utk mencapai cita2mu menjadi motivasi diriku utk berjuang dalam hidupku.. maaf Rio kalau seandainya pesanku ini hanya menjadi sampah di inboxmu,, maaf juga kalau udh menuh2in inboxmu .. aku janji, ini pesan terakhir yan kukirim utkmu,, bukan karna aku bosan, bukan karna aku putus asa ataupun menyerah, bukannya aku menyesal menjadi fansmu melainkan aku sangat senang menjadi fans mu,, aku tak pernah menyesal menjadi fans mu selama ini..pengorbananku,, perjuanganku,, pertahananku hanya bisa cukup sampai disini.. rio kalau memang kamu membaca pesanku ini, janji ya sama aku, kalau Rio ga akan pernah lupain aku, dan Rise lainnya,, Rise sayang sama Rio,, maaf waktuku telah habis, tp aku akan tetap mengagumimu MARIO STEVANO ADITYA HALING..


by : Clarrinzha olivia gaulina sachaneliz
rise : bekasi
alamat : jl.permata 2, perum permata indah blok c26 no 1, bekasi barat jabar (penulis.ngasal)
twitter : @arin_rise

salam hangat,
arin yang selalu mengidolakanmu

*****

Rio tertegun ketika membaca pesan tersebut . satu tetes air mata mengalir dari sudut matanya



**
seminggu berlalu
**


hari ini rio menghadiri suatu acara di jakarta timur, selesai acara  ia langsung menuju ke bandara, tp ketika sampai di bandara, rio teringat oleh arin gadis yang perlahan mengubah hidupnya.. ia pun meminta izin pada mama dan papanya utk pergi mencari alamat itu,, alamat rumah arin.. rio pun diizinkan pergi tp bersama acel


**


tepat didepan sebuah rumah mewah sangat megah,, dengan nuansa warna hitam-abu2 itu.. tanpa disadari seorang ibu tengah duduk dihalaman rumah tersebut lalu menghampri mereka -rioacel-

" emh, ibu kaya pernah liat kamu deh "
" iya tante, ini Rio, tau kan ? ini rumah arin bukan ?"

"oh iya , masuk yuk "

***


" ikut tante "
ucap ibu yang ternyata adalah mama arin ini mengajak rio dan acel kesebuah ruangan dengan nuansa warna serba hijau _kamar arin_

rio mendelik tak percaya diruangan ni terdapat banyk foto-foto dirinya yang berbeda-beda...bahkan ia sendiri belum tentu memiliki semua foto yang dimiliki arin

" tante arin dapat fotoku sebanyak ini darimana ?? " tanya Rio

" entahlah, tante juga gatau "

" Tante Rio mau ketemu arin,, arinnya ada ??"

" ikut tante "

Rio dan acel pun diajak kesebuah pemakaman ... dan tepat berhenti disebuah makam dengan nisan yang bertuliskan
clarrinzha olivia gaulina sachaneliz
lahir : 23okt1997
wafat : 27mei2011

Rio tertunduk sembari memegang batu nisan yang tertancap disana... tanpa disadari Rio menitikkan airmata

"arin maafin Rio udh sering mengabaikan pesanmu, makasih udh menyadarkan Rio, kalau fans sangat berarti utk Rio,, seperti pintamu, Rio ga akan pernah lupain arin " ucp Rio lirih

**

@riostevadit: buat @arin_rise selamat jalan,, rio disini akan slalu mengingatmu, Rio sayang kamu


+


@Riostevadit: makasih arin, sekarang Rio janji, rio ga akan pernah mengabaikan pesan2 dari Rise. karna rio ga mau khilangan Rise lagi, seperti kehilangan kamu, ternyata kehilangan satu fans sangat sakit rasanya.. rio ga mau khilangan Rise lagi


**


Rio sayang Rise




_the end_

keep C & L nya ya guys

Rindukan Dirimu

Berjanjilah wahai sahabatku
Bila kau tinggalkan aku
Tetaplah tersenyum

Meski hati sedih dan menangis
Kuingin kau tetap tabah
Menghadapinya

Bila kau harus pergi
Meninggalkan diriku
Jangan lupakan aku

Semoga dirimu disana
Kan baik-baik saja
Utk selamanya

Disini aku kan selalu
Rindukan dirimu
Wahai sahabatku