Jumat, 27 Mei 2011

-Sinar Matahari- (cerpen)

Jalan hidupku ditentukan olehmu.
Aku tahu itu..
kini..
Aku tidak seperti manusia normal lainnya,
Yang bisa merasakan dunia pada siang hari..
Menatap sinar indah matahari..

Beraktifitas dibawah terik matahari...
Dan keluar ruang rumah pada siang hari..

Satu kenyataan yang harus ku terima..
Hanyalah berktifitas pada malam hari..
Ketika sang raja siang terbenam..
Dan berganti dengan raja malam..

Benda langit yang setiap harinya bisa kutatap
Hanyalah bintang dan bulan..
Hanya itu...
Matahari, itu takkan mungkin ku lihat.

Aku ikhlas, aku sangat ikhlas..
Tapi, bolehkah aku memohon padamu.
Kuatkanlah aku dalam menghadapi cobaan ini.
Dan jangan biarkan ada airmata jatuh pada setiap orang2 yang kusayangi..

Karna aku, sayang mereka..
Kusayang mereka, dan kusayang mereka..


**


Hari semakin larut, tapi seorang gadis kecil masih termenung menatap benda langit yang indah pada malam itu... namanya shilla, dia anak salah satu musisi ternama di indonesia.. dan terlahir dari keluarga yang terpandang..

Gadis itu memegang suatu benda berbentuk matahari sembari mengusap2 matahari itu... dan tersenyum manis, sangat manis.. lalu ia meraih boneka teddy bear yang di letakkannya di bangku taman tepat disamping posisi ia duduk kini,, dan berlari kecil menuju kedalam rumah dan menghampiri sang bunda,

“bunda..” ucapnya dengan nada manja khas anak kecil,,

“ya shilla, kenapa?” tanya bundanya ramah.

“ini” ucapnya sembari menyodorkan benda berbentuk matahari tadi...

Bundanya mengernyit, “matahari ? untuk apa?”

“bunda simpen aja, kata bunda klo shilla mau liat matahari, shilla tinggal liat itu kan? Tapi shilla gak akan lagi minta liat itu bunda.. shilla gak mau nangis lagi Cuma minta liat matahari atau keluar sianghari, jadi bunda simpen aja ya..”

Bundanya hanya tersenyum simpul, lalu mengusap lembut rambut gadis kecil itu,, “iya,” ucapnya..



**



kini rahasia semakin tak kuat
aku menyimpannya terlebih ada kamu
rahasia terdalam di hatiku
yang kan aku bilang bila tiba waktunya



Gadis itu kini sudah menjadi gadis remaja, bukan lagi gadis kecil yang masih menenteng sebuah boneka teddy bear,,, namun ia masih sering termenung di taman di samping rumahnya..


Ia sesekali melirik ke arah ponselnya yang kini di genggamnya, sepertinya menunggu seseorang menghubunginya, namun tak ada satu pun panggilan yang masuk kedalam ponselnya..

“hey” sapa seseorang yang membuat shilla terkejut lantas langsung menoleh kearah sumber suara tersebut... “kok sendirian disini?” tanyanya sambil tersenyum kearah shilla.

“gak apa2” jawab shilla singkat.

Pemuda itu hanya mengangguk kecil, “kenalin gue rio” ucapnya lalu mengulurkan tangan kehadapan shilla.

“shilla” jawab shilla, lalu membalas uluran tangan pemuda yang bernama rio itu...

“loe kelas berapa? sekolah dimana?” tanya rio..

“gak..”

Pemuda itu kian mengernyit, “maksud?” tanya rio yang belum mengerti arti dari jawaban ‘gak’ tadi..

“gue gak sekolah dimana2...” jawab shilla seadanya..

“kok gitu? Loe kan bukan orang ga mampu, bahkan keluarga loe paling kaya di kompleks ini” ujar rio.

“gue homeschooling” jawab shilla, yang hanya ditanggapi dengan anggukan dan ‘oh’ dari rio..

“umur loe berapa ?”

“enam belas” jawab shilla...

“ohh, kok daritadi jawaban loe singkat banget sih? Trus yang nanya gue terus... balik nanya kek..” ujar rio..

“trus gue peduli gitu? Siapa jg yang minta loe untuk nanya gue..”

“sewot amat jadi cewek,,”

“bodo..” ucap shilla lalu beranjak pergi menuju kedalam rumahnya..

Rio menggeleng pelan, “cewek aneh” gumamnya.


**

Shilla tengah membaca majalah diruang tengah dan tiba2 pembantunya datang menghampirinya..

“non shilla” panggilnya pada shilla.

Shilla menoleh, “ya mbo, kenapa?”

“Ini” jawabnya sembari menyodorkan kado pada shilla.

“ini dari siapa mbo?”

“anu non, mbo juga ndak tau, mbo tadi nemuin itu diteras” jelasnya.

Shilla mengangguk kecil, “oh iya makasih ya mbo” ucap shilla lalu mempersilahkan pembantunya itu pergi...

Shilla pun membuka kado tersebut dan menemukan sebuah surat... shilla pun dengan penasaran langsung membuka isi surat tersebut,...


Hay, cantik.
Masih inget gue gak??
Gue RIO yang waktu itu ketemu sama loe ditaman sebelah..
Kok gue liat loe jarang keluar rumah sih?
Loe kemana? Gak kemana2 kan? Hehe..
Simpen ya kalung itu, :D
Special for you shilla.......

_M.S.A.H_


“basi deh” gumam shilla lalu meletakkan kembali surat itu dalam kotaknya dan meraih kalung dengan liontin bintang yang didalam kotak kado tsb..



Shilla menggeleng pelan, mengangkat bahu, “tau deh” gumamnya yang masih bertanya2 maksud rio memberinya sebuah kalung dengan liontin tersebut..


**


Malam selanjutnya, shilla masih rutin setiap malam duduk termenung menatap bintang-bulan... te;at ditaman dekat rumahnya itu... dan malam ini kedua kalinya Rio menemukan shilla termenung sendirian...

“Hei !” sapanya, dan berhasil membuat gadis itu menoleh kearahnya ketika rio menepuk bahunya pelan..

Shilla menghela nafas perlahan, “mau apa lagi sih loe?”

Lantas rio pun langsung duduk disebelah gadis cantik itu, “yang kmarin udh loe terima?” ucapnya dengan nada bertanya..

“udah” jawab shilla singkat yang masih tak lepas pandang pada tatapan lurus kedepan itu...

Rio mengangguk kecil, “loe suka?” tanyanya lagi, tapi tak ada jawaban dari shilla, “oh gue tau, loe kan pasti sukanya yang emas-emas gitu ya? Berlian atau permata gitu.. sorry deh” ucapnya terlihat menunduk menyesal.

Shilla menoleh dan menatap profile wajah rio, lalu tersenyum, “gue suka bintang” ucapnya lalu berbalik menatap lurus kedepan, dan ucapan shilla tadi tiba2 membuat rio menoleh pula kearah shilla..dan mengernyit..

“gue suka bintang kok, jadi apapun barang yang berbentuk bintang akan gue hargai, walau bukan barang yang mewah maupun mahal,,,” ucap shilla lalu tersenyum simpul..

Rio ikut tersenyum, “oh, baguslah, btw boleh gue jadi temen loe?”, mendenga ucapan itu shilla langsung menoleh kembali ke arah rio dan mengangguk.

“thanks,” ucap rio lagi.


**


Sendiri aku di sabtu ini
Pandangi bintang dampingi bulan
Terdengar sayup angin bernyanyi
Ketika hening malam t'lah datang
Aku menanti sebuah harapan
Perubahan didalam hidupku


*


Sejak pertemuan kedua dengan rio malam itu, shilla dan rio sudah akrab dan resmi menjadi sahabat...ya,  sahabat malam... itulah sebutan shilla pada persahabatannya antara dirinya dan rio... pemuda yang tiba2 masuk kedalam hidupnya, yang mau menerima semua curahan hati shilla dan setia menjadi pendengar yang baik setiap malam.. meskipun rio tak pernah tau kekurangan gadis manis nan cantik itu :D


Morning,
Awali harimu dengan senyuman ya..
Jangan nangis terus, hehe :)

Sender: Rio Bawel -,-


Shilla tersenyum menerima pesan dari pemuda yang bernama rio,,, lalu ia menghela nafas dan mulai membalas pesan rio tadi..


Iya, bawel..
Morning too.
Awali pagi mu dengan gosok gigi ya :)
Bau nih -,- hehe kidding –V

-Message send success-

Tak lama kemudian ponselnya berdering kecil, pertanda ada pesan masuk dan ternyata balasan dari rio..


Selalu begitu deh..
Orang ganteng mah gak akan pernah bau, hehe. :D
Btw, hari minggu gini kemana? Kita ke mall yuks !!
Nanti siang... gimana?

Sender : Rio Bawel -,-


“heuuftt” desah shilla,,, “ini orang ga ngerti banget sih” gumamnya lalu mengetik balasan sms dari rio tadi


Rio anak paling bawel sedunia,
Gue gak boleh keluar siang2, okayy...
Udah dulu ya sms’annya...
Bubbyee....

-Message send success-


Shilla menuruni undakan-undakan tangga, lalu menuju ruang musik miliknya dan tepat duduk di bangku sebuah piano miliknya...

Shilla memang mempunyai bakat bermusik yang memang temurun dari orangtuanya.. kemahirannya bermain alat musik, dan suaranya yang mungkin tak kalah dari seorang penyanyi papan atas...

Dulu, sebelum ia menjalani home schooling dan masih bisa beraktifitas seperti biasa, ia sangat sering mengikuti lomba2 bermusik, seperti bernyanyi, bermain piano, bermain gitar dan biola... piala dan piagam pernghargaan atas bermusik nya sudah banyak ia terima dan tertengger di lemari dalam kamarnya...

Setiap kegiatan pensi sekolah pun, ia selalu ditawarkan oleh guru2 dan teman2nya untuk menampilkan bakatnya dalam bermusik.. banyak orang telah mengenal siapa shilla.. anak dari seorang musisi ternama ? bukan hanya itu, melainkan shilla, yang ketika masih berumur 4 tahun terkenal dengan gadis kecil yang sudah sangat pintar dan lincah memainkan piano... hebat bukan ? ya tentu...

Namun, beberapa tahun terakhir ini, orang2 banyak bertanya,,, dimana shilla ? kemana dia ? kapan ia tampil dalam acara2 ditelevisi lagi ? yaa, mungkin semua orang belum tahu kehidupan seperti apa saat ini yang sedang shilla jalani...dan beberapa tahun terakhir ini piagam dan sebuah piala penghargaan telah alpha dari kehidupannya, sudah tak pernah ia terima lagi...


**


Bel rumah shilla berdering,, shilla mengetahui itu, namun shilla pkir itu hanya tukang pos mungkin, atau pengantar pesanan makanan, atau yang lainnya.... tapi shilla masih tetap berkutik pada pianonya.. dan menyelesaikan dentingan piano itu dengan sangat indah.


ProKk.. ProKk.. ProKk


“Alunan musik yang Indah !” puji seorang pemuda yang kini tlah melangkah kearah shilla sembari bertepuk tangan...lantas shilla pun menoleh kearah pemuda itu dan tersenyum, mendapati rio yang tengah melangkah kearahnya..


“kok loe disini ? mau ngapain ?” tanya shilla pada rio yang kini telah duduk disampingnya..

“emangnya gak boleh gue kesini, ? lagipula gue bete dirumah terus, loe sih gak boleh keluar siang2...” ucap rio yang bisa disebut dumelan curcol rio (apadahh)...

Shilla hanya tertawa kecil mendengar dumelan rio itu,

“o ya, rumah loe gelap sih, nuansa warna nya hitam,merah,abu2 gini dalemnya,,, kaya luarnya aja... jadi nuansa nya gimana gitu,,,”

“nuansanya gimana?? Hha” tanya shilla

“tau deh, hehe...” ucap rio seraya menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal itu, “o ya emang loe gak suka terang ya?” lanjut rio bertanya..

“bukan gak suka, Cuma gak bisa” jawab shilla seadanya.

Rio mengerutkan dahi, “maksud loe gak bisa gimana?” tanya rio –lagi-

“emhh, loe nanti juga bakalan ngerti kok..” ucap shilla lalu beranjak dari posisi duduknya dan diikuti dengan rio... mereka pun menuju ruang tengah dalam rumah shilla itu..


**


“shill, loe punya temen selain gue?”

“punya. Tapi dulu..”

“kok gitu?”

“kan gue homeschooling sekarang...” jawab shilla sambil membalik satu persatu halaman majalah yang kini dipangkuannya..

“dulu loe temennya siapa?”

“sivia, ify, banyak deh...”

“hah? Sivia? Sekolah dimana dia?”

“dulu tuh dia satu sekolah sama gue di taruna bhakti... tapi kan gue keluar dan ngelanjutin homeschooling...”terang shilla..

“hah? Berarti yang loe maksud sivia mantan gue dong..”

“masa? Perasaan sivia gak pernah cerita klo pnya pacar namanya rio”

“masa sih?”

“iya, emang nama panjang loe siapa?”

“mario stevano aditya haling” jawab rio..

“ohh, jadi si vano2 itu elo yo.. HAHA...pantesan..”

“emang sih, si sivia manggil gue vano bukan rio, hhe”

“jiaah,”


**


kini rahasia semakin tak kuat
aku menyimpannya terlebih ada kamu
rahasia terdalam di hatiku
yang kan aku bilang bila tiba waktunya


sudah waktunya rio tahu segalanya, tentang kekurangannya dan penyakit itu... penyakit yang menentangnya untuk merasakan dunia terang, sinar matahari, dan segalanya yang berhubungan dengan sianghari tentunya....

Rio sempat sedih mendapat pernyataan dari sahabatnya itu...
Mungkin shilla sudah tidak bisa menyembunyikan apa2 lagi pada rio...
Ia selalu menangis dalam pelukan rio, tiap malam....

Namun,
Rio selalu memberi semangat, dan menghibur shilla disetiap ia menangis, terluka, dll...


**


2 bulan berlalu,



Rio sedang mengelilingi sebuah mall, dan berhenti sejenak dan mampir pada sebuah toko kaset.. saat rio sedang melihat2 barangkali ada lagu yang pas dihatinya (apadahh)..
Rio terbelalak menatapi sebuah CD album seorang gadis dengan judul SINAR MATAHARI..
Karangan dari gadis tersebut, yakni Ashilla Zahrantiara, sahabatnya yng kini entah bagaimana kabarnya..

SINAR MATAHARI

Tak hanya orang2 tertentu yang mampu meluncurkan sebuah album atau pun single lagu...
Contohnya adalah gadis remaja satu ini ashilla zahrantiara,, seorang gadis dari musisi ternama yang memiliki kekurangan dengan penyakitnya xeroderma pigmentosum ..
Album dengan lagu ciptaannya sendiri yang mengisahkan perjalanan hidupnya....
Album terakhir, kenangan dari seorang ashilla zahrantiara..



-Jalan hidupku-

(#)
Jalan hidupku ditentukan olehmu.
Aku tahu itu..
Kini..
Aku tidak seperti manusia normal lainnya,
Yang bisa merasakan dunia pada siang hari..
Menatap sinar indah matahari..

Beraktifitas dibawah terik matahari...                                              
Dan keluar ruang rumah pada siang hari..


Reff : Satu kenyataan yang harus ku terima..
           Hanyalah berktifitas pada malam hari..
           Ketika sang raja siang terbenam..
           Dan berganti dengan raja malam..

           Benda langit yang setiap harinya bisa kutatap
           Hanyalah bintang dan bulan..
           Hanya itu...
           Matahari.. itu takkan mungkin ku lihat..

(**)
 Aku ikhlas, aku sangat ikhlas..
 Tapi, bolehkah aku memohon padamu ,
 Kuatkanlah aku dalam menghadapi cobaan ini.
 Dan jangan biarkan ada airmata jatuh pada setiap orang2 yang kusayangi..

 Karna aku, sayang mereka..
 Kusayang mereka, dan kusayang mereka..




Shilla telah meninggalkan kita semua disini, dengan albumnya ini ia mampu membuat orang terus mengenangnya...


**


Rio tertegun dengan pesan dan syair lagu dalam album shilla itu...
Shilla meninggal ? maksudnya ? rio terus bertanya dalam hati dan masih belum paham...
Ternyata benar, shilla sahabatnya yang memang sangat ia cintai itu meninggalkan semuanya..

Dalam album itu, memang benar2 kehidupan shilla yang sesungguhnya..















_the end_

Maaf maaf banget klo ceritanya gaje, garing, gak nyambung, kurang dapet feel, gak seru dll..
karna itu jg comment aq thd cerpen ini..
ada yang mau baca syukur lah

Sabtu, 07 Mei 2011

Burung kertas harapan kecilku *lastpart*






Waktu bergulir sangat cepat, kini waktu telah menentukan akankah umur panjang yang akan diberikan pada pemuda itu, atau pemberhentian waktu hidup yang akan pemuda itu dapati? Hanyalah tuhan yang tau,


Rio, sosok pemuda yang tangguh, ia selalu menyuguhkan senyum utk orang2 disekitarnya, walau sebenarnya ia rapuh, ia juga selalu menunjukkan tawanya utk menutupi segala kelemahannya.. tapi kini berbeda, semua itu sudah mulai pudar, ia tak lagi bisa menutupi segalanya.. kini hanya ada rio yang lemah tak berdaya, yang menunggu kepastian hidup selanjutnya.. bukan lagi rio yang periang,jail, dan rio yang aktif dalam segala kegiatan..

Tepat hari ini, kepastian segalanya akan terlihat... rio akan diberangkatkan ke aussie utk menjalankan operasi transplantasi hati..

“rio, janji ya sama shilla, kalau rio akan kembali kesini utk nemuin shilla.janji ya rio”ucap gadis yang tengah menangis pada seorang pemuda yang terlihat duduk di kursi roda.

Pemuda itu tersenyum simpul, “iya rio janji”..


**


Waktu terus berjalan, kini rio memang sudah berada di aussie, dan 10 hari lagi ia akan menjalankan operasinya. Shilla,gabriel,alvin,ify,sivia dkk. Berniat membuat 1000 burung kertas dengan berbagai doa yang dituliskan didalamnya yang akan diterbangkan tepat saat rio akan menjalankan operasinya... begitu pun dengan rio.. ia juga berniat membuat 1000 burung kertas dengan berbagai doa dan harapannya yang akan ia terbangkan sebelum ia memasuki ruang operasi..

Hari pertama,
Shilla menulis harapan2 kecil utk pemuda disana yang tengah mempersiapkan diri menjelang hari operasinya. Salah satu harapan shilla>>

( tuhan, izinkanlah rio untuk tetap tinggal dibumi ini lebih lama lagi, berilah kelancaran operasinya nanti, aku mohon tuhan..)

Salah satu harapan rio, di antara 100 burung kertas hari pertama itu,

( tuhan, aku takut utk mati, aku belum siap meninggalkan mereka disana, aku mohon berilah aku kesempatan utk hidup lebih lama lagi)

Setiap harinya shilla dkk di indonesia, dan rio di aussie membuat 100 burung kertas hingga mencapai hari puncak dimana rio akan memasuki ruangan menegangkan itu..

Detik2 menjelang rio masuk ruangan, hanya tinggal satu burungkertas ditangan rio dan shilla...

*

Shilla dan yang lainnya tengah berjalan menuju taman, kini hanya sisa satu burungkertas yang mereka terbangkan, karna 99 burungkertas utk hari ini telah diterbangkan pagi dan siang tadi.

tuhan,inilah harapan kecilku, lewat burung trakhir ini dan doa terakhir dari sekian banyak da yang kutulis untukmu, aku berharap, engkau masih mengizinkan rio utk tetap disini, bersama kami.. kami belum siap utk ditinggalkan olehnya.. tuhan, kalau engkau mengizinkan, pindahkanlah segala bebannya padaku, agar ia tidak lagi seperti ini, aku rela tuhan, aku rela demi dia tetap hidup. (shilla)

aku tahu tuhan, rio sangat baik, hingga engkau ingin cepat2 bertemu dengannya,tapi aku belum siap utk menjalani hidup tanpanya, sahabat terbaikku. Aku mohon kembalikan dia seperti semula. (alvin)

tuhan, aku sangat tahu ini kehendakmu, tapi aku sbagai pemujamu, hanya berharap, engkau akan mengabulkan permintaan, doa-doa kami,, mudahkanlah jalan operasi itu ya tuhan,,, dan kembalikan lah rio dan senyumnya pada kami (ify)

Rio, sosok shabat yang sangat tegar bagi kami, perjuangannya melawan cobaan yang kau berikan selama ini terbukti sangat hbat.. ia bertahan sejauh ini karna ia ingin menunjukkan bahwa ia mampu utk menjalani segala cbaan darimu.. tapi kami disini, hanya berharap padamu, sembuhkanlah ia dari cobaan beratmu ini ,, kami mohon (gabriel)

Aku mengenal rio, aku pun mengenal engkau.. aku tau engkau maha sempurna, aku yakin tuhan, engkau mampu menyembuhkan rio kembali seperti dahulu.. aku kenal rio, ia pasti akan berusaha, tapi bantulah ia untuk berusaha. Kami disini sangat berharap padamu (sivia)


Shilla dkk, berkumpul bersama, memejamkan mata, dan shilla bersiap untuk menerbangkan burung terakhirnya.. dan melepas burung itu utk terbang tersapu oleh semilir angin sore itu.

*

Dilain tempat, seorang pemuda yang terlihat sangat lemah, pucat, yang masih memegangi satu burungkertas. Ia terlihat bingung dan gelisah, bagaimana caranya agar ia bisa menerbangkan burung terakhir tersebut.

ia menatap mamanya, “ma, anterin rio keluar sebentar aja, sbelum rio masuk, pliss ma” ucapnya memohon, yang terdengar parau “ Cuma sebentar kok ma” lanjutnya..


*

Rio menatap burung terakhirnya, diburung terakhir tersebut, ia sangat berharap, semoga dari 1000 burung yang ia terbangkan dengan doa yang ia tuliskan di dalamnya, tuhan akan mengabulkan semuanya, karna ia belum siap meninggalkan sahabat2nya, orang tuanya, dan gadis itu –shilla- yang selama ini sudah mencetak warna indah disetiap deru nafasnya, di hari-harinya..

Rio menarik nafas panjang, lalu memejamkan matanya.. dan berdoa.


Tuhan, inilah harapan kecilku,
inilah burungkertas yang terakhir dari seribu burung yang aku buat hanya untuk berharap padamu.
Aku tau, kau yang berhak menentukan jalan hidup setiap orang yang ada dibumi.
Tapi tuhan, aku takut mati, aku takut kehilangan senyum dari orang2 yang aku sayangi.
Mereka sangat berharga untukku, jika mereka sedih, aku takkan mau tuhan.
Aku ingin selalu disamping mereka, bahagiakan mereka.
Aku tak mau pergi dan menyisakan tangisan pada diri mereka.
Aku pun tak sanggup jauh dari gadis yang sangat aku sayangi selama ini..shilla.



Rio membuka matanya, lalu menarik nafas dan siap utk menghadapi operasinya yang kini sudah ada didepan mata, beberapa detik lagi.. rio pun langsung masuk kedalam gedung RS, dan segera masuk kedalam ruang operasi tersebut.



**


Rio, pernah berkata, ia akan kembali 2 bulan setelah operasinya,, tapi kini, Rio belum juga datang padanya, sudah hampir 8 bulan shilla menunggu pasca operasi kala itu, tak pernah ada kabar sedikitpun dari keluarga rio.. khawatir? Gelisah? Ya tentu saja, shilla kini hanya bisa berharap semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkannya pada rio.. karna ia takut, orang yang sangat disayanginya akan pergi meninggalkannya untuk selamanya.


**


Waktu terus berjalan, kini shilla sudah menjadi remaja yang sukses, bakatnya bernyanyi dan bermain pianonya, membawanya ke dunia entertainment,, suaranya yang merdu, dan jemarinya yang lincah menekan tuts demi tuts piano utk menghasilkan nada yang indah... dan parasnya yang cantik,, membuat semua mata yang memandangnya berdecak kagum pada sosok gadis remaja nan jelita itu –ashilla- .

Setahun sudah shilla menanti rio, pasca operasi rio di aussie, namun juga tak ada kabar, tepat tanggal ini, jam ini, detik ini di tahun lalu rio menjalani operasi transplantasi hati.. sampai sekarang memang shilla tak pernah melupakan sosok rio yang dulu menghiasi harinya, namun shilla tak pernah larut dalam kesedihan, walau terkadang ia sering menangis setiap ia usai tampil di suatu acara.

Tepat hari ini, dimana ditahun lalu rio dioperasi, shilla mendatangi satu tawaran tampil, shilla bernyanyi penuh penghayatan saat menekan tuts demi tuts piano.. sesekali ia meneteskan butiran bening dari sudut mata beningnya itu. Ia terlalu rindu pada pemuda yang kini entah dimana, pemuda yang kini tak ada kabar lagi..

*

Seusai penampilannya, shilla berjalan menuju halaman belakang gedung tersebut, shilla menangis tersedu disana, menyendiri, membuang semua kerinduannya pada sosok rio.

Seorang pemuda terlihat mendekatinya, “nih” ucapnya seraya menyodorkan sapu tangannya.

Shilla mengambil sapu tangan tersebut tanpa menoleh sedikitpun kearah sang empunya sapu tangan itu. “kalau mau minta tanda tangan, mohon jangan sekarang. Saya butuh sendiri” ucap shilla pada pemuda itu tapi tanp melihat kearah pemuda disampingnya itu.

Pemuda itu mencibir gak jelas, memanyunkan bibirnya, “jadi artis kok sombong banget” sindirnya pada gadis yang tengah menangis disampingnya.

“sudah saya bilang saya ....” shilla terdiam saat ia menoleh ke arah pemuda yang disampingnya.

“oh, kalau mau sendiri ya silahkan, sya pergi aja deh” ucap pemuda itu lalu pergi menjauh

“Rio ?” ucap gdis itu ragu, dari kejauhan

“emmh bukan,” jawabnya singkat

 Shilla terlihat bingung “ahh, bohong, ini rio kan?”

Pemuda itu tersenyum manis, “iya cantik, rio kan pernah janji akan kembali kesini utk kamu” ucapnya.. dan shilla pun sontak langsung berlari mengejar rio, dan berpelukan.

“jangan pernah tinggalin aku lagi ya yo, aku ga bisa hidup tanpa kamu..”ucap shilla yang masih dalam pelukan rio.

“iya cantik” ucap rio sembari membelai rambut shilla.



**



(makasih tuhan, harapan2 kecil dalam 1000 burung kertas yang ku kirimkan untukmu, telah terwujud.. terimakasih...) batin –rio-


(makasih tuhan, harapan kecilku di sebuah kertas dalam bentuk burung yang ku terbangkan hanya utk berharap padamu, kni terwujud.. rio telah kembali.. thanks god) batin –shilla-











THE END



Gimana gimana??
Endingnya mengecewakan ya???
Maaf deh, hehe, ini aja aku usahain supaya gx sad ending lagi..
Ceritanya rada menyimpang dari judul ya??
Maaf deh, aq kan masih blm ahli ,, hehe
Comment diperlukan ya all..