Sabtu, 07 Mei 2011

Burung kertas harapan kecilku *lastpart*






Waktu bergulir sangat cepat, kini waktu telah menentukan akankah umur panjang yang akan diberikan pada pemuda itu, atau pemberhentian waktu hidup yang akan pemuda itu dapati? Hanyalah tuhan yang tau,


Rio, sosok pemuda yang tangguh, ia selalu menyuguhkan senyum utk orang2 disekitarnya, walau sebenarnya ia rapuh, ia juga selalu menunjukkan tawanya utk menutupi segala kelemahannya.. tapi kini berbeda, semua itu sudah mulai pudar, ia tak lagi bisa menutupi segalanya.. kini hanya ada rio yang lemah tak berdaya, yang menunggu kepastian hidup selanjutnya.. bukan lagi rio yang periang,jail, dan rio yang aktif dalam segala kegiatan..

Tepat hari ini, kepastian segalanya akan terlihat... rio akan diberangkatkan ke aussie utk menjalankan operasi transplantasi hati..

“rio, janji ya sama shilla, kalau rio akan kembali kesini utk nemuin shilla.janji ya rio”ucap gadis yang tengah menangis pada seorang pemuda yang terlihat duduk di kursi roda.

Pemuda itu tersenyum simpul, “iya rio janji”..


**


Waktu terus berjalan, kini rio memang sudah berada di aussie, dan 10 hari lagi ia akan menjalankan operasinya. Shilla,gabriel,alvin,ify,sivia dkk. Berniat membuat 1000 burung kertas dengan berbagai doa yang dituliskan didalamnya yang akan diterbangkan tepat saat rio akan menjalankan operasinya... begitu pun dengan rio.. ia juga berniat membuat 1000 burung kertas dengan berbagai doa dan harapannya yang akan ia terbangkan sebelum ia memasuki ruang operasi..

Hari pertama,
Shilla menulis harapan2 kecil utk pemuda disana yang tengah mempersiapkan diri menjelang hari operasinya. Salah satu harapan shilla>>

( tuhan, izinkanlah rio untuk tetap tinggal dibumi ini lebih lama lagi, berilah kelancaran operasinya nanti, aku mohon tuhan..)

Salah satu harapan rio, di antara 100 burung kertas hari pertama itu,

( tuhan, aku takut utk mati, aku belum siap meninggalkan mereka disana, aku mohon berilah aku kesempatan utk hidup lebih lama lagi)

Setiap harinya shilla dkk di indonesia, dan rio di aussie membuat 100 burung kertas hingga mencapai hari puncak dimana rio akan memasuki ruangan menegangkan itu..

Detik2 menjelang rio masuk ruangan, hanya tinggal satu burungkertas ditangan rio dan shilla...

*

Shilla dan yang lainnya tengah berjalan menuju taman, kini hanya sisa satu burungkertas yang mereka terbangkan, karna 99 burungkertas utk hari ini telah diterbangkan pagi dan siang tadi.

tuhan,inilah harapan kecilku, lewat burung trakhir ini dan doa terakhir dari sekian banyak da yang kutulis untukmu, aku berharap, engkau masih mengizinkan rio utk tetap disini, bersama kami.. kami belum siap utk ditinggalkan olehnya.. tuhan, kalau engkau mengizinkan, pindahkanlah segala bebannya padaku, agar ia tidak lagi seperti ini, aku rela tuhan, aku rela demi dia tetap hidup. (shilla)

aku tahu tuhan, rio sangat baik, hingga engkau ingin cepat2 bertemu dengannya,tapi aku belum siap utk menjalani hidup tanpanya, sahabat terbaikku. Aku mohon kembalikan dia seperti semula. (alvin)

tuhan, aku sangat tahu ini kehendakmu, tapi aku sbagai pemujamu, hanya berharap, engkau akan mengabulkan permintaan, doa-doa kami,, mudahkanlah jalan operasi itu ya tuhan,,, dan kembalikan lah rio dan senyumnya pada kami (ify)

Rio, sosok shabat yang sangat tegar bagi kami, perjuangannya melawan cobaan yang kau berikan selama ini terbukti sangat hbat.. ia bertahan sejauh ini karna ia ingin menunjukkan bahwa ia mampu utk menjalani segala cbaan darimu.. tapi kami disini, hanya berharap padamu, sembuhkanlah ia dari cobaan beratmu ini ,, kami mohon (gabriel)

Aku mengenal rio, aku pun mengenal engkau.. aku tau engkau maha sempurna, aku yakin tuhan, engkau mampu menyembuhkan rio kembali seperti dahulu.. aku kenal rio, ia pasti akan berusaha, tapi bantulah ia untuk berusaha. Kami disini sangat berharap padamu (sivia)


Shilla dkk, berkumpul bersama, memejamkan mata, dan shilla bersiap untuk menerbangkan burung terakhirnya.. dan melepas burung itu utk terbang tersapu oleh semilir angin sore itu.

*

Dilain tempat, seorang pemuda yang terlihat sangat lemah, pucat, yang masih memegangi satu burungkertas. Ia terlihat bingung dan gelisah, bagaimana caranya agar ia bisa menerbangkan burung terakhir tersebut.

ia menatap mamanya, “ma, anterin rio keluar sebentar aja, sbelum rio masuk, pliss ma” ucapnya memohon, yang terdengar parau “ Cuma sebentar kok ma” lanjutnya..


*

Rio menatap burung terakhirnya, diburung terakhir tersebut, ia sangat berharap, semoga dari 1000 burung yang ia terbangkan dengan doa yang ia tuliskan di dalamnya, tuhan akan mengabulkan semuanya, karna ia belum siap meninggalkan sahabat2nya, orang tuanya, dan gadis itu –shilla- yang selama ini sudah mencetak warna indah disetiap deru nafasnya, di hari-harinya..

Rio menarik nafas panjang, lalu memejamkan matanya.. dan berdoa.


Tuhan, inilah harapan kecilku,
inilah burungkertas yang terakhir dari seribu burung yang aku buat hanya untuk berharap padamu.
Aku tau, kau yang berhak menentukan jalan hidup setiap orang yang ada dibumi.
Tapi tuhan, aku takut mati, aku takut kehilangan senyum dari orang2 yang aku sayangi.
Mereka sangat berharga untukku, jika mereka sedih, aku takkan mau tuhan.
Aku ingin selalu disamping mereka, bahagiakan mereka.
Aku tak mau pergi dan menyisakan tangisan pada diri mereka.
Aku pun tak sanggup jauh dari gadis yang sangat aku sayangi selama ini..shilla.



Rio membuka matanya, lalu menarik nafas dan siap utk menghadapi operasinya yang kini sudah ada didepan mata, beberapa detik lagi.. rio pun langsung masuk kedalam gedung RS, dan segera masuk kedalam ruang operasi tersebut.



**


Rio, pernah berkata, ia akan kembali 2 bulan setelah operasinya,, tapi kini, Rio belum juga datang padanya, sudah hampir 8 bulan shilla menunggu pasca operasi kala itu, tak pernah ada kabar sedikitpun dari keluarga rio.. khawatir? Gelisah? Ya tentu saja, shilla kini hanya bisa berharap semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkannya pada rio.. karna ia takut, orang yang sangat disayanginya akan pergi meninggalkannya untuk selamanya.


**


Waktu terus berjalan, kini shilla sudah menjadi remaja yang sukses, bakatnya bernyanyi dan bermain pianonya, membawanya ke dunia entertainment,, suaranya yang merdu, dan jemarinya yang lincah menekan tuts demi tuts piano utk menghasilkan nada yang indah... dan parasnya yang cantik,, membuat semua mata yang memandangnya berdecak kagum pada sosok gadis remaja nan jelita itu –ashilla- .

Setahun sudah shilla menanti rio, pasca operasi rio di aussie, namun juga tak ada kabar, tepat tanggal ini, jam ini, detik ini di tahun lalu rio menjalani operasi transplantasi hati.. sampai sekarang memang shilla tak pernah melupakan sosok rio yang dulu menghiasi harinya, namun shilla tak pernah larut dalam kesedihan, walau terkadang ia sering menangis setiap ia usai tampil di suatu acara.

Tepat hari ini, dimana ditahun lalu rio dioperasi, shilla mendatangi satu tawaran tampil, shilla bernyanyi penuh penghayatan saat menekan tuts demi tuts piano.. sesekali ia meneteskan butiran bening dari sudut mata beningnya itu. Ia terlalu rindu pada pemuda yang kini entah dimana, pemuda yang kini tak ada kabar lagi..

*

Seusai penampilannya, shilla berjalan menuju halaman belakang gedung tersebut, shilla menangis tersedu disana, menyendiri, membuang semua kerinduannya pada sosok rio.

Seorang pemuda terlihat mendekatinya, “nih” ucapnya seraya menyodorkan sapu tangannya.

Shilla mengambil sapu tangan tersebut tanpa menoleh sedikitpun kearah sang empunya sapu tangan itu. “kalau mau minta tanda tangan, mohon jangan sekarang. Saya butuh sendiri” ucap shilla pada pemuda itu tapi tanp melihat kearah pemuda disampingnya itu.

Pemuda itu mencibir gak jelas, memanyunkan bibirnya, “jadi artis kok sombong banget” sindirnya pada gadis yang tengah menangis disampingnya.

“sudah saya bilang saya ....” shilla terdiam saat ia menoleh ke arah pemuda yang disampingnya.

“oh, kalau mau sendiri ya silahkan, sya pergi aja deh” ucap pemuda itu lalu pergi menjauh

“Rio ?” ucap gdis itu ragu, dari kejauhan

“emmh bukan,” jawabnya singkat

 Shilla terlihat bingung “ahh, bohong, ini rio kan?”

Pemuda itu tersenyum manis, “iya cantik, rio kan pernah janji akan kembali kesini utk kamu” ucapnya.. dan shilla pun sontak langsung berlari mengejar rio, dan berpelukan.

“jangan pernah tinggalin aku lagi ya yo, aku ga bisa hidup tanpa kamu..”ucap shilla yang masih dalam pelukan rio.

“iya cantik” ucap rio sembari membelai rambut shilla.



**



(makasih tuhan, harapan2 kecil dalam 1000 burung kertas yang ku kirimkan untukmu, telah terwujud.. terimakasih...) batin –rio-


(makasih tuhan, harapan kecilku di sebuah kertas dalam bentuk burung yang ku terbangkan hanya utk berharap padamu, kni terwujud.. rio telah kembali.. thanks god) batin –shilla-











THE END



Gimana gimana??
Endingnya mengecewakan ya???
Maaf deh, hehe, ini aja aku usahain supaya gx sad ending lagi..
Ceritanya rada menyimpang dari judul ya??
Maaf deh, aq kan masih blm ahli ,, hehe
Comment diperlukan ya all..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar